Senin, 30 Juli 2012

Ahsan/Bona, Balas Dendam di Saat yang Tepat

Ahsan/Bona, Balas Dendam di Saat yang Tepat

Selasa, 31 Juli 2012 | 12:39 WIB

Dibaca:

AFP Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan (kanan), dan Bona Septano.

LONDON, Kompas.com - Bagi  ganda putra Muhammad Ahsan/Bona Septano kemenangan pertama atas ganda Korea Selatan Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong datang di saat yang tepat.

Ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano memastikan diri lolos ke babak perempat final Olimpiade London 2012 setelah menumbangkan ganda Korea, Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong, 24-22, 21-12.
 
Kemenangan ini sangat berkesan buat Ahsan/Bona, selain mengamankan posisi mereka di grup B dan lolos ke putaran perempat final, pasangan Indonesia ini berhasil membalas 'dendam' pada Ko/Yoo. Sebelumnya mereka selalu takluk dari pasangan Korea tersebut, lima kali bertemu, lima kali pula Ahsan/Bona dibuat menyerah.
 
Berikut petikan wawancara Ahsan/Bona dan sang pelatih, Herry Iman Pierngadi usai kemenangannya malam ini, Senin (30/7).
 
Apa kunci kemenangan Ahsan/Bona malam ini sehingga bisa menklukkan Ko/Yoo untuk pertama kalinya?
 

Ahsan : Kali ini ka mi bisa mengatur irama permainan dan tidak mau terburu-buru. Kami tahu kapan harus menyerang, dan kapan harus memperlambat tempo permainan.
 
Bona : Selain itu, kami juga bisa lebih tenang di saat-saat kritis. Sebelumnya kami selalu kalah di saat-saat terakhir.
Herry : Saya bilang pada Ahsan/Bona, ini adalah kesempatan kalau mau balas kekalahan. Olimpiade adalah event besar dan pressure nya tinggi. Pasangan Korea pasti juga terbebani karena mereka sebelumnya tak pernah kalah dari Ahsan/Bona dan malam ini mereka juga harus menang kalau mau lolos ke perempat final.
 
Bagaimana caranya bisa begitu tenang di lapangan?
Ahsan : Kami tidak mau memikirkan poin, mau 20-20 atau 21-21, yang penting main tenang dan terus bikin poin. Kalau dipikirkan bisa grogi dan kejadian lagi seperti sebelumnya
 
Bona : Kalau dibilang tegang pasti semua pemain pernah merasakan hal ini, namun pintar-pintar kita saja di lapangan bagaimana mengaturnya. Kami belum pernah menang dari Koo/Yoo, jadi kami berambisi sekali mengalahkan mereka kali ini. Dari awal kami sangat berkonsentrasi dan terus menerapkan pola permainan serang.
 
Herry : Saya katakan pada mereka untuk bermain lepas saja, nikmati permainan.
 
Secara teknis, apa yang tadi diterapkan di lapangan?

Ahsan : Pada gim kedua kami memperlambat tempo permainan dan Ko/Yoo sepertinya kesulitan di sini.
 
Bona : Kami juga banyak mengandalkan permainan depan dan membuat mereka mengangkat bola terus sehingga mereka banyak mati karena smash Ahsan.
 
Herry : Intinya Ahsan dan Bona berhasil menerapkan strategi dengan benar. Mereka tahu kapan memperlambat permainan. Pasangan Korea ini senang dengan permainan cepat, kalau diajak bermain lambat, mereka tidak ketemu tempo nya.
 
Bagaimana peluang di perempat final nanti?

Ahsan : Kami belum tahu akan bertemu dengan siapa, antara pasangan Malaysia atau Korea. Tapi lawan siapapun kami siap, yang penting fokus saja.
 
Bona : Kemenangan hari ini adalah modal bagi kami agar bisa lebih percaya diri di perempat final, semoga kami bisa tampil stabil.
 
Herry : Peluangnya tetap ada, kita lihat saja nanti. Ini adalah awal yang cukup baik untuk mereka.

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar