Selasa, 31 Juli 2012

Eko Yuli Irawan, Hercules dari Lampung

Jakarta - Lifter Eko Yuli Irawan untuk kedua kalinya berturut-turut menjadi penyumbang medali pertama Indonesia di ajang Olimpiade. "Hercules" asal Lampung ini memang bertabur prestasi.

Walaupun bukan emas melainkan perunggu, tapi Eko telah mempersembahkan buah perjuangannya di Olimpiade 2012 tadi malam. Bertanding di cabang angkat besi kelas 62 kg, ia menduduki peringkat ketiga dengan total angkatan 317 kg.

Ini adalah medali kedua Eko pada Olimpiade-nya yang kedua. Empat tahun lalu ia juga meraih perunggu (di kelas 56 kg), dan saat itu menjadi atlet pertama Indonesia yang mendulang medali di Beijing, China.

Keberhasilan tersebut dicapai Eko hanya enam hari setelah dirinya genap berusia 23 tahun. Faktanya, dalam usia yang masih muda ia sudah mencetak sederet prestasi, dan diharapkan terus begitu di hari-hari mendatang.

Setelah Olimpiade 2008, peraih emas di SEA Games 2007 itu juga meraih medali perak di Kejuaraan Dunia 2009 di Goyang, Korea Selatan. Tahun lalu Eko juga tampil di Kejuaraan Dunia di Paris, Prancis, dan menyabet perunggu di kelas 62 kg, dengan total angkatan 310 kg.

Eko lahir di Lampung pada 24 Juli 1989 dari keluarga miskin. Ayahnya, Saman, seorang pengayuh becak, sedangkan ibunya, Wastiah, berjualan sayur. Ia sempat menjalani masa anak-anaknya dengan menggembala kambing.

Takdir Eko menjadi lifter bermula ketika ia menyaksikan sekelompok orang berlatih angkat besi di sebuah klub di daerahnya sekitar tujuh tahun silam. Lama kelamaan Eko kecil makin tertarik.

Dari yang awalnya sering diusir karena doyan mengintip orang latihan, pelatih klub Metro tersebut akhirnya mengajak Eko kecil ikut berlatih. Berbekal izin dari orangtuanya, setelah tugas menggembala kambing selesai, Eko pun mulai mengakrabkan diri dengan barbel.

Eko -- kini berdomisili di Balikpapan, Kalimantan Timur -- Timulai merintis prestasinya saat tampil sebagai lifter terbaik di Kejuaraan Dunia Yunior 2007 , di mana ia meraih medali emas di kelasnya. Sejak itu ia melanjutkan kariernya dengan gemilang.

Berkah kehebatan Eko di arena angkat besi adalah berubahnya keadaan ekonomi keluarganya. Bonus ratusan juta rupiah yang diterima pasca SEA Games 2007 ia gunakan antara lain untuk membangun rumah baru, membeli tanah dan sawah untuk ayahnya, yang kini tak perlu lagi mengayuh becak. Demikian pula dengan bonus-bonus lain yang telah ia peroleh.

Dengan keberhasilan menyabet medali perunggu di London, Eko yang juga sedang menantikan kelahiran anak pertamanya, dipastikan mendapatkan pula bonus uang sebesar Rp 250 juta, seperti telah dijanjikan oleh pemerintah.

Terima kasih, Eko.

( a2s / nds )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar