Selasa, 31 Juli 2012

FIFA Tindak Lanjuti Sejumlah Insiden Olimpiade

LONDON, KOMPAS.com - Organisasi sepak bola tertinggi dunia, FIFA, akan menindaklanjuti sejumlah laporan insiden selama laga cabang olahraga sepak bola di Olimpiade London 2012 berlangsung. Spanyol dan Kolombia akan menjadi dua tim yang paling awal diselidiki FIFA.

Spanyol akan diselidiki menyusul insiden yang terjadi seusai laga dengan Honduras. Spanyol secara mengejutkan tersingkir di awal penyisihan grup setelah mengalami dua kali kekalahan, dari Jepang dan Honduras.

Tujuh pemain, termasuk gelandang Spanyol yang kini bermain untuk klub Inggris, Chelsea, Juan Mata, akan dimintai keterangan terkait insiden dengan pemain Honduras di lorong ruang ganti pemain.

Selain menyelidiki insiden di antara kedua tim, FIFA juga akan menyelidiki tekanan dari para pemain "La Furia Roja" kepada wasit asal Venezuela, Juan Soto, saat memimpin pertandingan. Tekanan dari pemain Spanyol berbentuk protes terlalu berlebihan karena Juan Soto menolak memberik an hadiah penalti bagi Spanyol saat pertandingan hampir berakhir.

Pertandingan kedua tim berlangsung keras sehingga wasit mengeluarkan tujuh kartu bagi Spanyol dan enam kartu bagi Honduras.

FIFA menyatakan sanksi lebih berat akan diberikan jika dalam penyelidikan ditemukan pernyataan yang mengancam atau menghina petugas pertandingan.

Selain menyelidiki insiden setelah laga Spanyol-Honduras, FIFA juga telah menerima laporan adanya pemukulan terhadap anggota tim sepak bola putri Amerika Serikat. Mata kanan penyerang AS, Abby Wambach, lebam setelah laga melawan tim putri Kolombia. Ofisial tim putri AS secara informal melaporkan dugaan pemukulan Abby oleh Lady Andrade (Kolombia) pada laga yang dimenangi tim AS itu.

Wambach mendesak FIFA segera bertindak, sedangkan Andrade membantah telah dengan sengaja memukul. "Kejadian itu tidak disengaja, apalagi saat pertandingan berlangsung," katanya berkilah.

Alex Stone, juru bicara FIFA, menyatakan, komit e disiplin akan menyelidiki insiden itu.

Lagu kebangsaan

Kapten tim Inggris Raya, Ryan Giggs, meminta para pendukung tim yang non-Inggris tidak mengeluarkan suara yang bernada mengejek saat lagu kebangsaan berkumandang, terutama saat laga menentukan melawan tim Uruguay, Rabu (1/8).

Pemain sayap klub Manchester United itu mengakui tidak ikut serta menyanyikan lagu kebangsaan Inggris saat dikumandangkan menjelang laga karena alasan pribadi.

"Saya berharap tidak ada ejekan saat lagu itu dikumandangkan. Lagu kebangsaan Inggris sama dengan lagu kebangsaan Wales, Skotlandia, atau Irlandia Utara. Harus dihormati," ujarnya tegas. (AP/REUTERS/MHD)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar