Selasa, 31 Juli 2012

Ganda Putri Utama China Juga Terancam Hukuman

Ganda Putri Utama China Juga Terancam Hukuman

Rabu, 1 Agustus 2012 | 11:47 WIB

Dibaca:

Kompas/Gatot Widakdo Pasangan China Wang Xiaoli/ Yu Yang.

LONDON, Kompas.com - Delapan pebulu tangkis puteri dituduh  oleh BWF bermain tidak sungguh-sungguh di babak penyisihan grup bulu tangkis Olimpiade London.

Empat ganda puteri tersebut termasuk ganda Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari serta ganda terkuat dunia asal China, Yu Yang/Wang Xiao Li serta dua dua ganda Korea terancam sanksi oleh pihak BWF akibat perilaku mereka di lapangan.

Empat pasangan ini mendapat cemooh dari penonton di Wembley Arena, London, Selasa karena bermain asal-asalan. Mereka cenderung mencari kekalahan dengan sengaja menyangkutkan bola ke net atau memukul bola  melebar.

Para pemain ini dianggap senegaja melakukan hal tersebut untuk menghindari pertemuan dengan lawan-lawan yang kuat di babak perempatfinal yang berlangsung dengan sistem gugur.

BWF mengatakan akan menyelidiki jalannya pertandingan antara ganda China, Yui Yang/Wang Xiao Li saat menghadapi ganda Korea Selatan, Jung Kyung/Kim Ha Na serta per tandingan antara Greysia Polii/Meiliana Jauhari menghadapi Ha Je/Kim Min-Jung.

Pertandingan antara Yu/Wang dan Jung/Kim berlangsung lamban dan membosankan. Yu/wang dicurigai ingin menghindari pertemuan dengan pasangan China lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei yang menjadi runner up di grupnya.

Yu Yang sendiri menolak tuduhan tersebut. "Kami sudah lolos, mengapa harus membuang tenaga? Akan sulit bermain habis-habisan karena babak sistem gugur akan berlangsung besok."

Wasit turnamen, Torsten Berg sempat memberi kartu hitam sekaligus mendiskualifikasi ganda Indonesia dna Korea Selatan, namun kemudian membatalkan. "Kami akan memandang serius kasus ini dan sebagai wasit saya sudah mengambil tindakan dan akan membuat laporan ke BWF."

"Kami akan memandang serius kasus ini dan sebagai wasit saya sudah mengambil tindakan dan akan membuat laporan ke BWF."

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar