Selasa, 31 Juli 2012

Pearce: Hidup-Mati Tim Inggris Raya

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih kepala tim nasional sepak bola Inggris Raya, Stuart Pearce, menyadari bahwa timnya menghadapi situasi pelik saat menghadapi Uruguay di laga penyisihan terakhir dalam cabang sepak bola putra Olimpiade 2012, Rabu (1/8/2012). Jika kalah, habislah riwayat tim tuan rumah di cabang sepak bola pria ajang olah raga akbar sedunia ini.

Malang bagi Inggris Raya, di laga terakhir penyisihan, mereka harus berhadapan dengan tim favorit seperti tim asuhan Oscar Tabarez itu.

"Kami berada dalam semacam skenario masing-masing dengan Uruguay. Sejujurnya ini semacam pertaruhan hidup mati yang sangat sulit," tuturnya seperti dilansir situs resmi FA.

"Ini semuanya tentang cara bermain, ini akan menjadi laga yang menarik pada hari Rabu, namun kami tahu kami memiliki banyak pekerjaan sulit yang harus dilakukan," lanjutnya kemudian.

Ryan Giggs dan kawan-kawan sebenarnya sudah mengawali babak penyisihan dengan baik melalui kemenangan 3-1 atas timnas Uni Emirat Arab di Wembley. Namun, mereka kemudian ditahan imbang oleh timnas Senegal dengan skor 1-1.

Inggris Raya memimpin grup dengan perolehan 4 poin, sama dengan perolehan poin Senegal di tempat kedua. Sementara itu, Uruguay berada di tempat ketiga dengan perolehan tiga poin. Oleh karena itu, posisi Inggris Raya belum aman sama sekali untuk bisa melaju ke babak berikutnya.

Pearce lalu memuji Senegal yang berhasil menahan imbang Inggris Raya di Old Trafford, Kamis lalu. Baginya, selain kekuatan tim, tim asuhan Abdoukarime Diouf itu juga disertai keberuntungan. Di laga terakhir, Senegal hanya akan berhadapan dengan UEA yang sudah pasti akan pulang.

"Senegal memiliki posisi yang sangat kuat, (akan) bermain melawan tim yang hampir pulang. Mereka tampak sangat pasti maju ke babak berikutnya dan salah satu dari kami (Inggris Raya atau Uruguay) ha rus berjuang dan bergabung dengan mereka," katanya.

Sementara itu, jelang laga melawan Uruguay, pemain sayap tim, Scott Sinclair, yang mencetak salah satu gol tim ketika menang melawan UEA, mengharapkan dukungan suporter di Stadion Millenium, besok. PemainSwansea City itu berharap menerima dukungan yang sama besarnya dengan yang mereka terima saat berlaga di Stadion Wembely dan Old Trafford.

"Kami jelas tahu bahwa hasil imbang yang kami dapatkan, namun kami harus berpikir positif untuk memenangi laga (melawan Uruguay) dan menjadi pemimpin klasemen grup. Ini tak terkecuali untuk para asuporter dan semua orang, dukungan di belakang kami luar biasa. Dan seperti di Cardiff dan saya yakin ini akan sama," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar