Sabtu, 04 Agustus 2012

Angkat Besi Jadi Cabang Prioritas

Angkat Besi Jadi Cabang Prioritas

Sabtu, 4 Agustus 2012 | 16:42 WIB

Dibaca:

AFP/YURI CORTEZ Lifter Indonesia, Triyatno, dengan bangga memperlihatkan medali perak yang diraihnya di Olimpiade London 2012, Selasa (31/7/2012). Dia berada di peringkat kedua kelas 69 Kg dalam pertandingan yang berlangsung di The Excel Centre, London.

JAKARTA, Kompas.com - Ketua Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012, Erick Thohir mengatakan, cabang olah raga  angkat besi yang prestasinya mampu melewati perolehan medali bulu tangkis akan mendapat bapak asuh untuk mendukung  pengorganisasikan cabang tersebut secara lebih baik.
    
"Saya akan mempersiapkan program 'bapak asuh' bagi angkat besi. "Akan ada perusahaan dan pengusaha yang jadi bapak asuh angkat besi dengan dukungan dana dan pembinaan," ujar Erick dalam keterangannya di London,Sabtu.

Namun, Erick belum mau mengatakan, perusahaan mana yang akan jadi "bapak asuh" bagi cabang yang menyumbang satu medali perak dan satu perunggu di Olimpiade London 2012.
     
Menurut Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu, cabang olahraga selain bulutangkis harus didorong menjadi wakil Indonesia untuk bisa meraih emas di Olimpiade. Walau begitu, peranan besar atau hegemoni di bulutangkis dinilai Erick harus kembali dikembalikan ke pangkuan ibu pertiwi.

Sementara itu, gagalnya Indonesia mempertahankan medali emas Olimpiade dari cabang bulutangkis, membuat pemerintah tergugah untuk memoles cabang lain. Menpora  Andi Mallarangeng mengatakan, setidaknya harus ada lima cabang yang menjadi andalan Indonesia untuk mendulang prestasi.
    
"Kita harus memiliki lima cabang yang bisa diandalkan untuk menyumbang prestasi. Angkat besi telah membuktikan mampu. Harus ada cabang lain yang lain seperti itu," tegas Andi.
    
Perhatian serius pun akan diberikan kepada angkat besi dan panahan. Kedua cabang itu membuktikan memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik di dunia. Angkat besi dan panahan akan mendapat prioritas yang sama besar dengan bulutangkis dalam hal pembinaan dan pendanaan.
    
"Kita harus mempersiapkan prestasi untuk Rio (Rio de Janeiro, Olimpiade) 2016. Kita harus melakukan persiapan serius terutama di angkat besi supaya hari ini perak, tapi besok kita emas," tutur Andi.

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar