Selasa, 07 Agustus 2012

Atlet yang Didiskualifikasi Seharusnya Lapor ke CAS

Olimpiade 2012

Atlet yang Didiskualifikasi Seharusnya Lapor ke CAS

Selasa, 7 Agustus 2012 | 17:21 WIB

Dibaca:

AFP/ADEK BERRY Ganda putri Indonesia, Meiliana Jauhari (kana) melihat rekannya, Greysia Polii mengembalikan bola, saat mereka tampil di babak penyisihan grup Olimpiade London 2012. Meiliana/Greysia termasuk pemain yang terancam hukuman dari BWF karena permainan yang dinilai tidak fair dalam laga terakhir penyisihan melawan pasangan Korea, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, Selasa (31/7/2012).

LONDON, Kompas.com - Delapan atlet bulu tangkis yang didepak dari Olimpiade London minggu lalu, dapat membawa kasus mereka ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Demikian pernyataan salah seorang di pengadilan tinggi olahraga, Senin (6/8/2012).

Atlet dari China, Indonesia dan Korea Selatan, dikeluarkan dari Olimpiade karena dinyatakan bermain tidak fair dalam usaha mendapatkan lawan yang mereka inginkan pada babak selanjutnya.  

China, yang pemain ganda unggulan utama mereka Yu Yang/Wang Xiaoli didiskualifikasi, menerima keputusan yang dilakukan federasi. Indonesia dan Korea Selatan tidak berhasil mendapatkan naik banding mereka dari federasi bulu tangkis dunia itu.

"Karena sanksi itu, yang kelihatannya amat berat bagi atlet yang bertanding di Olimpiade itu, saya memperhitungkan mereka dapat mencoba berhubungan dengan CAS," kata Matthieu Reeb dalam wawancara dengan Reuters.  

"Karena prosedurnya begitu cepat, maka amat penting bagi mereka untuk melakukan itu agar mendapatkan jawaban resmi sebelum mereka meninggalkan London," katanya.

Para atlet itu tidak memanfaatkan dewan pengadilan ad hoc CAS di London selama berlangsung Olimpiade, yang seharusnya dapat dijawab 24 jam setelah mereka melancarkan banding, tambah Reeb.

Sebegitu jauh, CAS sudah mendengar sembilan kasus di London, semua menyangkut persaratan dan seleksi atlet.

"Tidak ada banding (di bulu tangkis), karena saya yakin mereka tidak mendapat petunjuk dari komite Olimpiade nasional agar mereka mendatangi CAS sebagai prosedur publik," katanya.  

"Tapi saya kira ini isu amat menarik bagi kami, karena ini melibatkan masalah yang tidak melanggar aturan, tetapi lebih menyangkut sportivitas dan moral bertanding atlet," katanya.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar