Senin, 06 Agustus 2012

Bagaimana Jika Atlet Berbadan Gemuk Yang Penting Fit!

Olimpiade 2012

Bagaimana Jika Atlet Berbadan Gemuk? Yang Penting Fit!

Penulis : Anmaria Redi Pinta Dasyanti | Senin, 6 Agustus 2012 | 17:14 WIB

Dibaca:

AFP/YURI CORTEZ Atlet angkat besi Amerika Serikat, Holley Mangold, gagal dalam usahanya mengangkat beban ketika tampil di angkat besi putri nomor 75kg Olimpiade London 2012 di The Excel Centre di London, Minggu (5/8/2012). Postur Mangold sangat gemuk dan dia tidak peduli dengan anggapan orang bahwa seorang atlet harus atletis.

LONDON, Kompas.com - Selama ini atlet selalu diidentikkan dengan orang yang berbadan langsing dan ideal, terutama bagi atlet perempuan. Tetapi Olimpiade 2012 yang diselenggarakan di London mematahkan pandangan tersebut, karena beberapa atlet yang turut berlaga dalam Olimpiade musim ini memiliki postur tubuh yang lebih gemuk dari atlet perempuan kebanyakan.

Sebut saja beberapa atlet seperti Holley Mangold, Jessica Ennis dan Liesel Jones. Mangold misalnya, ia adalah salah satu atlet dari cabang olahraga angkat besi yang tidak menjadi frustasi karena bentuk tubuhnya, sedangkan kebanyakan atlet merasa harus tampil dengan bentuk tubuh seideal mungkin karena kegiatan mereka selalu menjadi bahan pembicaraan publik.

Hal ini membuat mereka hanya fokus bagaimana menjaga bentuk tubuh yang ideal dan melupakan bagaimana cara agar tubuh mereka tetap bugar dan ketrampilan mereka semakin meningkat.

Hasil penelitian The Women's Sport and Fitness Foundation (WSFF) mengatakan bahwa image badan yang tidak proporsional merupakan halangan terbesar bagi remaja perempuan untuk berpartisipasi dalam bidang olahraga. Hal ini karena budaya populer saat ini memberikan kesan bahwa menjadi kurus itu adalah suatu hal yang sangatlah penting daripada meningkatkan kebugaran tubuh.

"Atlet perempuan akan lebih banyak mendapatkan komentar tentang tubuhnya, dibandingkan dengan atlet laki-laki," kata Sue Tibballs, Chief Executive WSFF.

"Hal ini menjadi tekanan bagi para atlet perempuan. Banyak di antara mereka yang mengalami gangguan pola makan karena mereka terlalu rutin mengontrol berat badannya," tambahnya.

Sementara itu atlet tritalon asal Inggris, Hollie Avil, mengaku sempat harus menghentikan langkahnya di sebuah kompetisi olahraga tingkat tinggi demi kepentingan kesehatannya. Ia diketahui mengalami gangguan pola makan setelah pelatihnya mengatakan dirinya terlalu gemuk.

Tantangan juga dialami Leisel, atlet renang asal Australia. Beberapa waktu sebelum berangkat ke London, dia harus menerima pemberitaan salah satu media massa di Australia yang menyarankan agar dirinya tampil lebih bugar daripada saat Olimpiade tahun 2008 di Beijing.

Pemberitaan ini memunculkan tanggapan dari sesama atlet Australia yang mengatakan bahwa tidak seharusnya media memberitakan hal yang demikian karena Leisel adalah atlet Australia yang akan membawa nama Australia dalam Olimpiade.

Postur tubuh yang ideal memang penting bagi atlet, namun yang terpenting adalah bagaimana atlet tetap menjaga kebugaran tubuh mereka. Jangan sampai penilaian publik tentak postur tubuh yang terlalu gemuk membuat atlet down dan tidak bisa berkonsentrasi pada cabang olahraga yang akan diikutinya.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar