Sabtu, 04 Agustus 2012

Berprestasi, Angkat Besi Tagih Janji Pemerintah

Jakarta - Ketua Umum PB PABBSI, Adang Darajatun, menagih janji pemerintah untuk cabang angkat besi. Janji itu ditagih demi menjaga cabang tersebut bisa terus berprestasi.

Angkat besi menjadi satu-satunya cabang yang menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia di Olimpiade 2012--sejauh ini. Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu, sementara Triyatno menyabet medali perak.

Tapi, siapa yang menyangka jika cabang ini kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah. Bahkan, untuk biaya sewa tempat latihan di pintu kuning Stadion Gelora Bung Karno pun PABBSI masih menunggak tagihan sebesar Rp 80 juta.

"PABBSI mendapatkan tagihan uang sewa gedung latihan di pintu kuning stadion utama sebesar Rp 80 juta dan kami masih menunggak," terang Adang saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (4/8/2012) malam WIB.

Tak hanya itu, salah satu ofisial tim, yakni awak Masseur Sport Massage, Tohir Yes, hampir saja tak berangkat ke London karena tak masuk dalam daftar kontingen yang diberangkatkan.

"Saya awalnya tak masuk dalam daftar, tapi atas perintah Pak Adang saya tetap bertolak ke London. Saya ke sana membawa electric tape yang membantu Eko mengatasi rasa nyeri di retak tulang keringnya," jelas Tohir Yes.

Kendati kurang diperhatikan, Adang enggan untuk menyalahkan satu pihak. Dia cuma ingin menagih janji pemerintah, yang diwakili oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga, empat tahun lalu seusai Olimpiade Beijing.

"Saya tak mau menyalahkan pemerintah, cuma mau menagih janji yang mereka ucapkan seusai Olimpiade Beijing yang mengatakan akan ada rekonsiliasi untuk cabang angkat besi itu saja," tandas Adang.

( roz / roz )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar