Senin, 06 Agustus 2012

China Puji "Super Dan" yang Cetak Sejarah

Olimpiade 2012

China Puji "Super Dan" yang Cetak Sejarah

Senin, 6 Agustus 2012 | 19:32 WIB

Dibaca:

AFP/ADEK BERRY Tunggal putra China, Lin Dan, memberikan hormat sambil memegang bendera negaranya, usai mengalahkan pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, di final tunggal putra Olimpiade London 2012, Minggu (5/8/2012).

BEIJING, Kompas.com - Hampir lima juta pengguna internet di China, Senin (6/8/2012), menyatakan pujian mereka terhadap Lin Dan. Pasalnya, pemain nomor satu dunia ini baru saja meraih kemenangan bersejarah untuk mempertahankan gelar di Olimpiade London.

Pemain kidal dengan julukan "Super Dan" ini menjadi pemain tunggal pertama putra yang berhasil mempertahankan gelar Olimpiade sampai dua kali. Di partai final, Minggu (5/8), dia mengalahkan unggulan utama dan saingan lama dari Malaysia, Lee Ching Wei.

Kemenangannya menghiasai semua halaman utama koran di China dan People's Daily menyebutkan "nomor satu tak terkalahkan" di cabang bulu tangkis dan menjadi topik paling populer dalam jejaring sosial China seperti weibos, atau blogs, Senin.

"Super Dan mengalahkan semua pemain hebat. Ia merupakan pemain terbaik sepanjang sejarah bulu tangkis," tulis seorang pengguna web.

"Saya amat takjub menyaksikan pertandingan Lin Dan tadi malam sehingga saya mengayunkan raket saya hampir memecahkan lampu," tulis yang lain.

Banyak juga yang memberikan pujian mereka pada Chong Wei, yang mempertahankan posisi puncak selama 199 minggu. Meskipun sempat dibekap cedera pergelangan kaki sebelum tampil di London, dia sukses mencapai partai puncak.

"Pertandingan final dua pemain kelas dunia yang bersaing ketat... Lee Chong Wei luar biasa. Ia masih dapat tampil begitu bagus kendati sedang cedera. Kami kagum dan hormat padanya," tulis yang lain.

Tidak lama setelah Lin Dan menang, Cai Yun dan Fu Haifeng menang di nomor final ganda putra, dengan skor 21-16, 21-15 atas pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen. Pasangan nomor satu dunia ini menyabet emas kelima dari bulu tangkis untuk China, yang berarti "Negeri Tirai Bambu" ini menyapu bersih semua medali emas.

Tim China sempat jatuh semangat ketika ganda putri mereka yang juga unggulan utama, Yu Yang/Wang Xiaoli, berada di antara delapan pemain yang didiskualifikasi. Mereka dianggap bermain tidak fair untuk mengatur lawan di babak selanjutnya. Skandal itu memicu pelatih kepala Li Yongbo minta maaf kepada publik.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar