Rabu, 01 Agustus 2012

Inggris Terkena Kutukan Sang Perdana Menteri

Olimpiade 2012

Inggris Terkena Kutukan Sang Perdana Menteri?

Penulis : Tabita Diela | Rabu, 1 Agustus 2012 | 17:03 WIB

Dibaca:

AFP/ODD ANDERSEN Perdana Menteri Inggris, David Cameron, ketika menyaksikan aksi tim putra Inggris di nomor sinkronisasi 10 meter di Olimpiade London 2012 di Olympic Park, Senin (30/7/2012).

LONDON, KOMPAS.com - Atlet dan para suporter Inggris pasti senang jika pejabat setingkat Perdana Menteri datang memberikan dukungan. Meskipun demikian, kehadiran pejabat tak selamanya memberikan dampak positif, seperti yang dialami Perdana Menteri Inggris, David Cameron, karena penduduk Inggris percaya kehadirannya justru membawa malapetaka bagi tim atau atlet yang ditontonnya di Olimpiade.

Anggapan ini beredar luas di Inggris karena beberapa pertandingan yang dihadiri Cameron tidak berakhir dengan baik. Cameron menonton Tom Daley dan Peter Waterfield di nomor sinkronasi selam dan pertandingan sepeda Mark Cavendish. Kedua pertandingan ini tidak berhasil membawa pulang emas untuk Inggris.

Selain itu, sebulan yang lalu dalam Wimbledon, Cameron datang menonton Andy Murray hanya untuk melihatnya bertekuk lutut di bawah Roger Federer di final grand slam lapangan rumput tersebut.

Telegraph juga mencatat, dua tahun yang lalu Cameron datang menjagokan Inggris di Piala Dunia 2010. Ia datang bersama Kanselir Jerman Angela Merkel ketika tengah mendatangi pertemuan G8 di Kanada. Sekali lagi, Inggris kalah dalam kompetisi ini.

Masih menganggap ini sebuah kebetulan? Semua berawal di tahun 2007 ketika Cameron masih menjadi Pemimpin Oposisi. Ia mengucapkan "semoga beruntung" untuk tim rugbi Inggris dalam final Piala Dunia di Afrika Selatan. Tim Inggris kalah telak 6-15.

Satu hari kemudian, Cameron membuktikan lagi adanya malapetaka yang dibawanya ke mana-mana ketika ia mengatakan kepada Lewis Hamilton, pebalap Formula Satu Inggris, bahwa ia percaya pada kemampuan Hamilton. Hamilton sebelumnya dipercaya akan merebut gelar pertamanya. Setelah mendapatkan dukungan dari Cameron, tanpa terduga ia justru kehilangan gelar tersebut.

Beberapa surat kabar di Inggris menyebutnya sebagai "Cameron Curse" atau Kutukan Cameron.

Selain mengenai "kutukan" yang dibawa oleh perdana menterinya, nampaknya publik Inggris lebih memilih untuk menanyakan peruntungannya pada hal-pal mistis. Telegraph.co.uk pada 28 Juli yang lalu merilis sebuah video yang memperlihatkan seekor keledai bernama Larry, yang memprediksi apakah Zara akan lebih berhasil dari ibunya, Putri Anne, dalam cabang olahraga menunggang kuda.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar