Senin, 06 Agustus 2012

LPIS Janjikan Pelunasan Tunggakan ke Semen Padang

Jakarta - Sebulan lebih berlalu, Semen Padang belum menerima hadiah atas sukses mereka menjuarai Liga Primer Indonesia. Dengan total tunggakan disebut mencapai Rp 4,3 miliar, LPIS berjanji akan segera melunasi.

Atas statusnya sebagai juara IPL, Semen Padang berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp 2,5 miliar. Tapi bukan itu saja hak klub berjuluk 'Kabau Sirah' itu yang belum dipenuhi LPIS karena prize money dari keberhasilan menjadi runner up dan penampilan di Piala Indonesia juga belum diterima.

Dalam keterangannya pekan lalu, Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Erizal Anwar, malah menyebut tunggakan LPIS pada mereka jumlahnya mencapai Rp 4,3 miliar. Termasuk di dalamnya adalah uang dari pihak sponsor, match fee, dan profit sharing kompetisi.

Terkait belum terpenuhinya hak Semen Padang tersebut, CEO PT LPIS, Widjajanto, menyebut kalau pihaknya tidak bermaksud menunda pemberian hadiah. LPIS saat ini masih melakukan pembicaraan sponsor IPL dengan PSSI terkait besarnya nilai kontrak MNC Grup selaku sponsor utama kompetisi profesional milik PSSI.

"Sepekan ini akan dilakukan pembicaraan antara PSSI dengan pihak sponsor kompetisi. Semoga menemui titik temu karena sampai sekarang berapa nilai kontrak kerja sama belum deal," ungkap Widjajanto di Jakarta, Senin (6/8/2012).

Di awal kompetisi, MNC Grup memang pernah memberikan nilai sampai Rp 100 miliar. Nilai itu untuk hargai kerja sama menggulirkan kompetisi dengan 24 klub. Nyatanya, saat berkompetisi kontestan menyusut dan menyisakan 12 klub. Perubahan jumlah kontestan ini kemudian mempengaruhi nilai.

"Jadi mohon maaf kepada Semen Padang yang notabene ikut mendirikan LPIS. Jika pembicaraan ada kata sepakat maka langsung didistribusikan," paparnya.

Meski sekarang PT LPIS tidak ada dana, namun Widjajanto menegaskan upaya untuk profit sharing dilakukan dengan benar. Ini karena klub memiliki saham 30 persen. Pembagian profit sharing telah dilakukan di awal kompetisi.

Untuk 12 klub IPL masing-masing dapat jatah Rp 1 miliar. Sementara 28 klub Divisi Utama mendapat Rp 500 juta.

"Dengan itungan itu, LPIS sudah mengeluarkan Rp 26 miliar untuk membantu klub melalui profit sharing," ujarnya.

( din / mfi )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar