Sabtu, 11 Agustus 2012

Medali Perunggu Bikin Pemain Korsel Tak Perlu Ikut Wamil

Cardiff - Performa apik tim sepakbola putra Korea Selatan di Olimpiade 2012 bukan cuma berbuah medali perunggu. Mereka juga dibebaskan dari keharusan untuk mengikuti wajib militer (wamil) di negaranya.

Korea Selatan menganut kebijakan program wamil untuk para pria di negaranya yang berusia 20-30 tahun. Wamil itu sendiri lazimnya berdurasi 2,3 - 2,5 tahun.

Akan tetapi, para pemain Korea Selatan yang baru saja meraih medali perunggu berkat kemenangan 2-0 atas Jepang, Sabtu (11/8/2012) dinihari WIB, akan mendapat dispensasi. Ini tepat seperti janji dari otoritas Korea Selatan sebelum pertandingan.

Entah gembira karena menuai hasil positif di lapangan, atau justru senang karena tidak usah mengikuti wamil, para pemain Korea Selatan diungkapkan merayakan dengan "gila-gilaan".

"Seperti ada kapal pecah di ruang ganti. Para pemain gila-gilaan dan melempar segalanya. Saya tak bisa masuk dan harus menunggu di luar sampai konferensi pers dimulai. Gila sekali," aku Pelatih Korea Selatan Hong Myung-Bo di AFP.

"Hasil ini akan berimbas sangat positif buat karier mereka karena mereka kini tidak perlu ikut wamil. Ini juga akan berbuah bagus untuk pengembangan sepakbola Korea," lanjutnya.

Ki Sung-Yeung, gelandang Korea Selatan berusia 23 tahun, ikut mengamini pernyataan pelatihnya tersebut. Dengan tidak perlu mengikuti wamil, ia menilai kalau dirinya dan para rekannya yang lain dapat menambah jam terbang dan mengasah kemampuan.

"Ada kemungkinan (wamil) untuk setiap pemain jadi kami gembira bisa menghindarinya. Kini kami bisa bermain lebih banyak di Eropa dan ini motivasi besar buat kami," kata pemain yang tampil di Skotlandia bersama Celtic tersebut.

( krs / krs )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar