Sabtu, 11 Agustus 2012

Pembinaan Usia Dini, Kunci Sukses Meksiko

Jakarta - Meksiko sukses meraih medali emas di cabang sepakbola putra Olimpiade London 2012 setelah mengalahkan Brasil 2-1. Pembinaan pemain sejak usia dini dipercaya menjadi kunci keberhasilan El Tricolor.

Sejak 2011 lalu, tim nasional Meksiko U-17 telah memperlihatkan bakat menawan dengan berhasil menjuarai Piala Dunia U-17 yang dihelat di kampung halamannya sendiri.

Sempurna sejak fase grup, Meksiko kemudian berhasil melangkah hingga babak final. Di pertandingan final yang digelar di Estadio Azteca, Meksiko City tersebut, dua gol masing-masing dari Giovani Casillas dan Antonio Briseno berhasil membuat Meksiko mengalahkan Uruguay dengan skor 2-0 dan keluar sebagai juara.

Tidak hanya berhasil menjadi kampiun, tiga pemain Meksiko secara serentak menerima penghargaan bola emas, bola perak, dan bola perunggu. Mereka antara lain Julio Gomez, Jonathan Espericueta, dan Carlos Fierro.

Masih di tahun yang sama, Meksiko U-20 juga menunjukkan kualitas mumpuni di Piala Dunia U-20 di Kolombia. Meski gagal melangkah ke final setelah kalah dari Brasil di semifinal, anak asuh Sergio Almaguer itu kemudian merebut tempat ketiga setelah mengalahkan Prancis.

Kini, di Olimpiade 2012, penampilan El Tricolor mencapai puncaknya. Setelah bermain seri tanpa gol dengan Korea Selatan, grafik penampilan anak asuh Luis Fernando Tena terus meningkat: menang 2-0 melawan Gabon, mengalahkan Swiss 1-0, menghempaskan Senegal 4-2, lalu mengandaskan perlawanan Jepang dengan skor 3-1.

Di final, Oribe Peralta dkk sukses meraih medali emas setelah mempermalukan Brasil, yang notabene dihuni pemain-pemain muda yang dilabeli harga transfer selangit, dengan skor tipis 2-1.

Meski belum menunjukkan keberhasilan spektakuler seperti Spanyol - terutama di level senior, sepakbola Meksiko menjanjikan sesuatu di masa depan. Kemajuan pesat yang berjalan secara kontinu menunjukkan bahwa pelatihan pemain usia dini di Meksiko telah berjalan pada trek yang benar.

Mungkin untuk kesekian kalinya, PSSI dalam hal ini sebagai otoritas sepakbola tertinggi di Indonesia, kembali diingatkan bahwa pembinaan sejak dini begitu penting. Boleh jadi hasrat sepakbola nasional untuk bangkit dari keterpurukan bisa terjawab, salah satunya dengan pembinaan usia muda.

( nds / mrp )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar