Sabtu, 11 Agustus 2012

Ponaryo Mundur Bukan Karena Teror

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelandang Sriwijaya FC, Ponaryo Astaman, meninggalkan pemusatan latihan tim nasional Indonesia bukan karena mendapat teror, melainkan ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan klub terkait keputusannya membela " Merah Putih".

"Kalau itu, saya pribadi tidak mengalami sedikitpun terror. Ini murni keputusan kami," jelas Ponaryo kepada wartawan, Jumat (10/8/2012).

Ponaryo bersama rekan-rekannya yang berkompetisi Indonesia Super League (ISL), yaitu Bambang Pamungkas, Firman Utina, Muhammad Ridwan, dan Ahmad Bustomi bergabung dengan timnas untuk pertandingan persahabatan melawan Valencia, Sabtu (4/8/2012). Mereka kemudian mengikuti pemusatan latihan di lapangan PSAU Halim Perdana Kusuma sejak Senin (6/8/2012).

Setelah empat hari mengikuti pelatnas, mereka mundur. Sejumlah kalangan menduga mereka mundur karena teror. Bukan rahasia lagi juga karier mereka di klub terancam karena membela tim nasional.

"Kami mundur dari timnas karena ingin menyelesaikan masalah dengan klub. Kami sudah membuktikan, kami melaksanakan kewajiban saat timnas memanggil. Namun, di sisi lain tidak bisa dilupakan begitu saja bahwa kami juga punya kewajiban atau kehidupan professional dengan klub," tambah Ponaryo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar