Sabtu, 11 Agustus 2012

Rossi Tak Bisa Menunggu Ducati Terlalu Lama

AFP/GIUSEPPE CACACE Pebalap Ducati, Valentino Rossi.

KOMPAS.com - Valentino Rossi sudah membulatkan tekad untuk meninggalkan Ducati pada akhir musim ini. "The Doctor" memutuskan untuk kembali bergabung dengan Yamaha, dan sudah sepakat mengikat kontak berdurasi dua tahun hingga 2014.

Dengan demikian, Rossi gagal menyelesaikan misi untuk merebut gelar juara dunia MotoGP bersama tiga pabrik berbeda. Padahal, jika lebih bersabar lagi, Rossi mungkin bisa mewujudkan ambisinya untuk juara dunia bersama Ducati.

Itulah pandangan yang dilontarkan penasehat Rossi, yang juga mantan bos Yamaha, Davide Brivio. Menurutnya, Rossi tak sabar menunggu program MotoGP Ducati untuk menjadi kompetitif.

Namun dia pun memahami keputusan Rossi. Pasalnya, di usianya yang sekarang, Rossi tak bisa terlalu lama menunggu sampai Ducati mencapai masa itu (kesuksesan). "Pasti bukan sebuah pilihan yang mudah. Ducati bisa menjalani proyek untuk jadi pemenang, tetapi butuh waktu: terlalu lama bagi pebalap 33 tahun," ujar Brivio kepada Gazzetta dello Sport, Sabtu (11/8/2012).

Kepastian Rossi pindah ke Yamaha sudah dikonfirmasi kedua belah pihak pada Jumat (10/8/2012). Ducati menyatakan Rossi pasti hengkang, dan Yamaha pun mengumumkan juara dunia tujuh kali MotoGP itu kembali bergabung.

Rossi pernah membela Yamaha dari 2003 hingga 2010. Selama itu, dia sukses merengkuh 4 gelar juara dunia dan membukukan 46 kemenangan. Brivio pun terus mendampinginya. Namun saat Rossi memutuskan untuk pindah ke Ducati pada akhir 2010, Brivio pun meninggalkan Yamaha, dan tetap bekerja sebagai penasehat pebalap Italia itu.

Diakuinya, pada saat ini dalam karier Rossi, dia tidak bisa menunggu sampai Ducati kembali menjadi tim pemenang. Meskipun demikian, tambah Brivio, Rossi tidak menyesal sudah bergabung dengan Ducati walaupun mengalami dua musim yang tidak menyenangkan.

Setidaknya, Rossi sudah mencoba dan menghadapi atmosfir kerja sangat baik. Sayang, hasil yang seharusnya menjadi muara kerja sama itu dan merupakan hal penting, tidak menggembirakan.

Mengenai keputusan kembali ke Yamaha, yang sudah memiliki Jorge Lorenzo sebagai pebalap nomor satu, Brivio mengatakan Rossi melakukan langkah yang berani. Pasalnya, saat ini pebalap Spanyol tersebut sedang berada di puncak penampilan.

"Dia sudah mengambil langkah yang tersulit, karena mau beradu nyali dengan Lorenzo, di mana saat ini sang pebalap sedang bagus sekali, dengan motor yang sama," ujar Brivio.

Akan tetapi, menurut Brivio, hal positif dari keputusan ini adalah bahwa Rossi belum kehilangan motivasi. Juara dunia sembilan kali grand prix ini masih punya keinginan yang kuat untuk kembali menjadi seorang juara dunia.

Ketika Rossi meninggalkan Yamaha untuk bergabung dengan Ducati, hampir seluruh krunya ikut - termasuk bos kru Jeremy Burgess, yang juga pindah dari Honda ke Yamaha, untuk tetap ikut Rossi. Nah, kali ini Brivio tak bisa mengonfirmasi apakah Burgess juga kembali ke Yamaha, sebagai bagian dari kontrak baru.

"Vale sudah memperlihatkan keinginannya. Sekarang terserah Yamaha untuk membuat keputusan," ujar Brivio.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar