Jumat, 03 Agustus 2012

Federer Menangi Laga Bersejarah untuk Capai Final

AFP/MARTIN BERNETTI Tunggal putra Swiss, Roger Federer, merayakan kesuksesannya meraih tiket final tunggal putra Olimpiade London 2012 usai kalahkan petenis Argentina, Juan Martin del Potro, Jumat (3/8/2012), di All England Tennis Club di Wimbledon.

LONDON, Kompas.com - Roger Federer selangkah lebih dekat untuk merengkuh gelar juara tunggal putra Olimpiade. Petenis nomor satu dunia asal Swiss ini meraih tiket final Olimpiade London 2012 setelah mengalahkan petenis jangkung Argentina, Juan Martin del Potro, dalam duel maraton.

Dalam pertandingan di Centre Court di Wimbledon itu, Jumat (3/8/2012), kedua pemain harus bertarung selama 4 jam 25 menit. Federer yang mengecap kenikmatan duel sangat panjang itu dengan kemenangan 3-6, 7-6, 19-17.

Laga ini akan tercatat dalam sejarah sebagai pertandingan tiga set terlama untuk sektor tunggal putra di era profesional. Selain itu, dalam duel tersebut hanya terjadi empat break dari 20 kesempatan yang ada, di mana Federer dan Del Potro berbagi dua kali break.

Empat tahun lalu di Olimpiade Beijing, langkah Federer terhenti di semifinal karena kalah dari petenis Amerika Serikat, James Blake. Tetapi di sektor ganda putra, dia sukses menyabet emas ketika berpasangan dengan Stanislas Wawrinka.

Nah, kali ini Federer berpeluang untuk mengakhiri penantiannya menjadi juara Olimpiade, sekaligus menyempurnakan rekor 17 gelar grand slam yang diraihnya. Jika terwujud, maka Federer pun berhak mendapatkan gelar golden slam, seperti yang sudah diraih rivalnya asal Spanyol, Rafael Nadal, yang tak bisa mempertahankan gelarnya di Olimpiade karena cedera.

Di final, Minggu (5/8), Federer akan bertemu pemenang antara pemain tuan rumah Andy Murray, dengan pemain nomor dua dunia dari Serbia, Novak Djokovic. Kedua pemain ini dia kalahkan dalam pertemuan bulan lalu di Wimbledon, di mana Djokovic disingkirkan di semifinal, sebelum taklukkan Murray di partai puncak.

Setelah kalah di set pertama, Federer bisa bangkit dan meraih kemenangan di set kedua meskipun harus melalui tie-break. Sepanjang dua set ini, hanya satu kali terjadi break di set pertama, yang membuat Del Potro menjadi pemenang.

Memasuki set ketiga yang tidak menggunakan sistem tie-break, kedua pemain terus menuai kemenangan saat memegang servis. Federer sempat mendapat keuntungan setelah membuat break di game ke-19 untuk unggul 10-9. Tetapi Del Potro langsung membalasnya dengan break lagi sehingga skor kembali imbang 10-10.

Pertandingan pun kian panjang karena lagi-lagi tak ada yang kehilangan poin saat memegang servis. Tetapi pada game ke-35, Federer kembali membuat break - merupakan break keempat sepanjang pertandingan - untuk unggul 18-17. Petenis berusia 30 tahun ini tak membuat kesempatan ketika memegang servis di game ke-36 untuk meraih kemenangan 19-17.

Berdasarkan statistik, Federer membukukan total 24 ace, sedangkan Del Potro 11. Sedangkan untuk winner, Federer melakukannya sebanyak 64 kali, dan Del Potro 51.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar