Minggu, 05 Agustus 2012

Ketika Sepak Bola Menyelamatkan Insigne

NAPLES, KOMPAS.com - Lahir dan besar di Frattamaggiore, Italia, bukan perkara mudah. Kejahatan dan kehidupan negatif begitu dominan, hingga tak kuat sedikit saja imannya, maka akan terjerumus ke dalam lembah hitam.

Striker muda Napoli, Lorenzo Insigne, tahu betul betapa buramnya potret kotanya. Apalagi, dia dari keluarga yang terlalu mampu. Namun, dia memiliki satu impian besar, yakni menjadi pemain sepak bola profesional. Dan, sepak bola pula yang menyelamatkan hidupnya dari lembah hitam.

Bukan perkara mudah buat Insigne untuk menggapai impiannya, sekaligus menghindari kehidupan kelam. Dia harus ke pasar untuk menjual pakaian demi bisa membeli sepatu sepak bola dan peralatannya.

"Kotaku selalu sama. Aku bahagia karena bermain sepak bola di sini (Napoli) berbeda dengan kota lainnya. Ini bagian dari kebahagiaan," kata Insigne kepada surat kabar Corriere del Mezzogiorno.

"Aku membuat banyak pengorbanan untuk sampai di sini dan menjadi pemain sepak bola profesional. Sebab, sejak kecil cita-citaku hanya ingin bermain sepak bola. Keluargaku mendukung agar tercapai dan aku selalu senang karenanya," lanjutnya.

"Aku sempat putus asa. Bergabung dengan teman-teman dan kembali ke sekolah. Aku tak terlalu menikmati bersekolah. Tapi, pada pukul 06.00 aku pergi ke pasar untuk menjual pakaian. Kalau tidak, bagaimana aku bisa membeli sepatu bola dan pelindung betis?" tuturnya.

Maka, ketika cita-citanya terwujud, Insigne begitu bangga dan bahagia, juga puas. Apalagi, dia digadang-gadang sebagai striker masa depan Napoli.

"tak mudah tetap mempertahankan impianku. Sebab, daerah Frattamaggiore di mana aku lahir terlalu banyak hal negatif. Sulit tumbuh di tempat ini. Jika Anda terbawa arus untuk kumpul di jalanan dan tak punya cukup uang, maka akan melakukan hal-hal yang tak benar. Keluargaku selalu merawat dan menjagaku, dan sepak bola menjadi jalanku. Sepak bola telah menyelamatkanku," akunya.

Pemain yang baru berumur 21 tahun ini murni produk Akademi Sepak Bola Napoli. Dia sempat dipinjamkan ke klub kecil, Cavese, Foggia, dan terakhir ke Pescara. Penampilan yang menawan membuatnya ditarik kembali dan dimasukkan ke tim utama Napoli. Debutnya di Serie-A bersama Napoli terjadi pada 24 Januari 2010 saat melawan Livorno.

Beban berat ada di pundaknya. Sebab, dia diplot mengisi posisi Ezequiel Lavezzi yang pindah ke Paris Saint-Germain. Namun, dia siap menanggung beban itu dan berkembang menjadi pemain hebat. Bahkan, kini dia menjadi idola baru publik Napoli.

"Aku anak pemalu. Ketika aku tak bisa memahami orang-orang, maka aku cenderung akan menjauhinya. Aku mengerti suporter sangat menggairahkan dan selalu ingin dekat dengan Anda. Maka, aku akan berusaha terbiasa dengan hal ini," katanya.

Data Insigne
Nama:
Lorenzo Insigne
Tempat/Tanggal Lahir: Frattamaggiore (Itala), 4 Juni 1991
Tinggi: 1,63 meter
Posisi: Striker
Nomor kostum: 24
Klub: Napoli (2009–....), Cavese (dipinjamkan/2010), Foggia (dipinjamkan/2010-11), Pescara (dipinjamkan/2011-12), Napoli (2012-....)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar