Minggu, 05 Agustus 2012

Tak Mau Larut, Tontowi/Liliyana Incar Juara Dunia

Tak Mau Larut, Tontowi/Liliyana Incar Juara Dunia

Senin, 6 Agustus 2012 | 11:14 WIB

Dibaca:

KOMPAS/YUNAS SANTHANI AZIS

Ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir (kiri) dan Tontowi Ahmad, hanya bisa melihat kok pukulan Christinna Pedersen menghunjam untuk meraih poin penutup dalam perebutan perunggu Olimpiade 2012 di Wembley Arena, Jumat (3/8).

LONDON, Kompas.com - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan atas kegagalan mereka di Olimpiade London 2012.

Keduanya mendapatkan pengalaman berharga dari turnamen bergengsi ini dan mengambil banyak pelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi di turnamen selanjutnya.
 
"Bisa saja ini olimpiade terakhir buat saya, bisa juga tidak, saya belum berpikir sampai Olimpiade Brasil 2016. Mungkin saya dan Tontowi akan fokus ke Kejuaraan Dunia 2013, syukur-syukur bisa bertahan sampai Asian Games 2014" ujar Liliyana yang juga dibenarkan Richard Mainaky, sang pelatih.
 
Meskipun sudah pernah mencicipi rasanya menjadi juara dunia, Liiliyana ternyata mengincar gelar tersebut bersama Tontowi. Pada tahun 2005 dan 2007 pemain putri asal PB Tangkas Specs ini meraih gelar Juara Dunia di nomor ganda campuran bersama Nova Widianto. Mereka juga mendapatkan medali perak di Olimpiade Beijing 2008.
 
"Memang saya sudah pernah jadi juara dunia, tapi sama Tontowi kan belum pernah. Semoga saja saya bisa terwujud. Sebetulnya sampai akhir tahun ini saya masih akan terus bermain, namun setelahnya akan saya pikirkan kembali. Saya masih ingin terus bermain sampai saya sudah tidak mampu lagi, baru saya akan pensiun dan itu belum tahu kapan" ujar Liliyana yang merupakan pemain kelahiran 9 September 1985.
 
Liliyana juga berharap bahwa kegagalannya di Olimpiade London 2012 ini tak mematahkan semangat Tontowi untuk terus berusaha lebih baik lagi.
 
"Tontowi kan masih muda, dia masih punya kesempatan untuk bermain di Olimpiade Brasil 2016, mungkin dengan saya, mungkin juga tidak. Jadi saya harap nanti dia bisa lebih matang lagi, kali ini dia belum bisa mengatasi beban dan tekanan dimana semua bertumpu kepada kami, dan saya mengerti sepenuhnya apa yang dialami Tontowi, itu wajar" tambah Liliyana.
 
Sesudah Olimpiade London, Tontowi/Liliyana diberikan waktu libur latihan untuk beristirahat dan menenangkan diri. Olimpiade begitu menyita waktu, pikiran dan tenaga para pemain, untuk itu dibutuhkan rehat sejenak agar keduanya dapat kembali berlatih dan mempersiapkan diri ke turnamen selanjutnya seperti China Masters Super Series dan Denmark Open Super Series Premier 2012.

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar